Melatih Kesabaran Part II
Di hari yang sama, setelah berobat di rumah sakit, akhirnya aku meluncur ke kos-kosan. Setelah sholat dan bersih-bersih, akhirnya aku menuju angkot ke arah Kp. Melayu. Waktu menunjukkan jam 16.15. Kalau lalu lintas normal perjalanan dari Bekasi barat – Cipinang Timur memakan waktu 1-1.5 jam. Dan dari pertimbangan tersebut kemungkinan aku nyampe rumah saudara jam 17.30
Tapi apa boleh buat, lalu lintas di sepanjang jalan
Aku sedikit risau, bisa ga ya nyampe
Di tengah kemacetan itu, si sopir berinisiatif untuk mengambil jalur alternatif beberapa kali. Dimulai dari bantaran Kalimalang sebelah selatan, kemudian masuk ke jalur alternatif lewat perumahan Jatiwaringin. Di track pencarian jalur nonmacet, akhirnya kumandang takbir berbuka terdengar, alhamdulilah angkot pas di posisi sebelah warung penjual minuman, akhirnya secara spontan aku langsung beli minuman botol dan allhamdulillah sueger temen rasane. Apalagi ada adek-adek pelajar SMU yg menawarkan kurma, wah asyiknya. Setelah belok sana belok sini akhirnya lepas juga dari kemacetan. Waktu itu sampai WIKA sudah jam 18.15. Ya Alloh aku ga bisa tepat waktu nih.
Kemudian aku meluncur ke saudaraku yang pertama untuk memberikan bingkisan lebaran. Dan dilanjutkan ke saudaraku yang kedua di daerah Cipinang Timur juga. Dan ternyata beliau berdua telah menunggu untuk berbuka puasa bersama, waktu itu sudah jam 19.30. Betapa sabarnya saudaraku untuk menunggu kedatanganku. Terima kasih ya……
Waktu itu sekalian menginap di rumah saudara…..
Tips : kalau mau naik angkot lewat daerah Kalimalang, lebih baik sebelum jam 4, karena kalu sudah masuk jam 4, rute Jalan Kalimalang (Bekasi Barat) arah ke

